KEAJAIBAN ISTANBUL 2005

“Goal. . . Goal. . .Goal,Paolo Maldini. . !!!”
Sorak gembira di sambut oleh rekan-rekan Maldini dan
milanisti di stadion Olimpiade Antarturk. Setelah Maldini
mencetak gol di menit pertama menerima umpan tendangan
bebas Andrea Pirlo dengan tendangan voli. Bola melesat
cepat dan Dudek kiper Liverpool asal Polandia tidak mampu
menangkapnya. AC Milan pun memimpin 1-0 atas Liverpool
yang memang tidak di unggulkan saat itu.
Aku pun terkejut dengan atas gol cepat itu. Sebagai
pendukung Liverpool,Liverpudlian sejati. Aku agak kecewa
dengan kelengahan pertahanan Liverpool sehingga AC Milan
mampu mencetak gol awal. Maklum,saat itu aku sedang
taruhan dengan temanku yang merupakan Milanisti. Saat itu
aku menonton di layar kaca sharp 21 inc di rumahku
sendirian. Untuk memanjakan perut ketika menonton aku
lengkapi malam itu dengan secangkir kopi panas dan
gorengan singkong. Teman ku pun langsung sms yang
kalimatnya
“Sudah satu kosong kawan”.
“masih babak pertama,waktu masih panjang” balas sms ku
kepadanya.
Kaka membawa bola lalu mengumpannya kepada Hernan
Crespo. Nama terakhir itu pun dengan mudah menjebol
gawang Dudek. AC Milan unggul 2-0 dengan begitu cepatnya.
Aku pun hanya bisa memegang kepala. Sambil melihat
televisi yang menanyangkan kejadian tersebut. Tampak
olehku para suporter AC Milan di Stadion sudah tertawa dan
menari gembira. Apa lagi tak lama kemudian,lagi-lagi Hernan
Crespo mencetak gol kedua nya berkat umpan Kaka Kembali.
Pemain Liverpool tampak kecewa dan hanya menunduk
kepala. Malu terhadap suporter mereka yang telah
mendukung di stadion maupun yang menonton di televisi
sendirian atau pun yang menonton bareng dengan keluarga
dan teman-temannya.
Babak pertama AC Milan sudah unggul 3-0. Liverpool benar-
benar di serang terus oleh AC Milan. Aku tahu AC Milan
mempunya deret bintang kelas atas. Di sektor pertahanan
ada Dida,kiper no 1 Brazil. Maldini,Stam,cafu,dan Nesta
merukan bek kelas dunia. Sedangkan di sektor tengah lebih
kuat lagi. Ada Kaka the next Zico,ada Seedorf ,ada Andrea
Pirlo master tendangan bebas,lalu Gattuso si Badak Sumbu.
Apa lagi di sektor
Penyerang mereka yang merupakan top skorer Liga Italia
Hernan Crespo dan Shevcenko. Sedangkan Liverpool yang
terseok-seok di Liga Inggris hanya punya
Hyypia,Carragger,Riise ,Kewell dan Steven Gerrard yang
merupakan pemain berkelas. Sedangkan Pelatih AC
Milan,Carlo Ancelotti berpengalaman di Liga Champion.
Berbeda dengan Rafa Benitez yang bisa membawa Valencia
menoreh juara Liga Spanyol mengalahkan 2 raksasa Real
Madrid dan Barcelona yang sering mendominasi liga itu.
Sambil menunggu babak ke 2 di mulai. Aku sms kepada
temanku dan mengaku kalah. Aku pun sudah berpikir untuk
menyerahkan duit taruhan esok harinya. Sambil menguyah
goreng singkong yang sudah dingin. Aku kembali menetapkan
pandangan mataku ke televisi. Walau sedikit
mengantuk,tetapi semangat untuk menonton sampai akhir
mengalahkan rasa ngantukku itu.
Babak 2 di mulai. Berawal dari umpan crossing Riise,bola di
tanduk dengan mudah oleh Sang Kapten Steven Gerrard
untuk menjebol perawan gawang Dida. Liverpool merubah
skor menjadi 3-1. Steven Gerrard pun menggerakan
tangannya untuk mengangkat semangat rekannya semua dan
para suporter Liverpool di stadion. Aku pikir itu merupakan
gol hiburan semata. Tapi,Pemain no punggung sebelas,
Smicer yang bermain di babak kedua mampu mencetak gol
lewat tendangan jarak jauhnya. Aku pun spontan berdiri dan
tersenyum ikut merayakan gol Smicer. Skor berubah menjadi
3-2. Aku melihat Carlo Ancelotti mulai cemas atas kejadian
itu. Aku pun mulai semangat sms dengan temanku dan mulai
yakin Liverpool dapat mengejar ketinggalan. Keyakinanku pun
terbayarkan ketika di menit 60,Milan Baros memberi umpan
backheel ke Steven Gerrard yang sudah nyaman untuk
mencetak gol justru di langgar Gattuso di kotak pinalty. Wasit
pun meniup peluitnya dan menyatakan Liverpool
mendapatkan hadiah pinalti. Mendadak aku menjadi
tegang,begitu juga para suporter Liverpool di Stadion. Mata
tertuju kepada Xabi Alonso yang akan menjadi algojo
tendangan pinalti. Aku pun cemas,karena tampak wajah Xabi
Alonso tegang dan tidak tenang. Xabi Alonso pun menendang.
Bola mampu di blok Dida ketika tendangan Alonso ke sisi
kanan mampu di baca oleh Dida. Bola rebound itu di rebut
kembali oleh Xabi Alonso dan tendangan kerasnya mampu
membungkam mulut Milanisti. Karena,dengan tendangannya
Liverpool dapat menyamakan kedudukan menjadi sama 3-3.
Aku pun kembali merayakan gol penyamaan itu dengan
penuh semangat dan terharu ketika seluruh pemain memeluk
Xabi Alonso. Perjuangan tiada akhir mereka mampu
mengubah situasi. Apa lagi ketika peluang hebat Shevcenko
mampu di blok Dudek. Dudek hanya mengangguk tak percaya
dengan penyelamatannya. Riise bahkan sampai mencium pipi
Dudek untuk mengucapkan rasa terima kasih dan pujiannya
atas penyelamatan Dudek.
Hingga Extra time kedua tim tak mampu mencetak gol lagi.
Lalu di adakanlah pertandingan pinalti.
Terdapat pemandangan menarik,dimana Dudek bergerak ke
kanan dan kiri untuk mengganggu konsentrasi penendang AC
Milan.
Hasilnya luar biasa,Serginho gagal memasukan bola. Bolanya
melambung ke atas kanan gawang duduk. Di ikuti Pirlo yang
juga gagal. Sedangkan Liverpool hanya Riise yang gagal.
Dudek pun menjadi pahlawan,ketika tendangan Shevcenko
mampu di blok olehnya. Pemain Liverpool pun langsung
mengejar Dudek merayakan kemenangan mereka. Berbeda
dengan babak pertama,Kini giliran pemain AC Milan
menunduk kepala. Tidak percaya akan kekalahan mereka
setelah bisa unggul 3-0.
Aku pun sangat senang,karena tidak jadi kalah dan dapat
uang besok hari setelah memenangkan taruhan bersama
teman. Baju merah berkibar di stadion. Melambangan
semangat merah yang tak padam. Di Stadion ada yang
menangis bahagia,ada yang mencium temannya dan Pacarnya
atau Istrinya ketika Liverpool menjadi juara Liga Champion
2005. Nyanyian You Never Walk Alone menggema di Stadion
dan Seluruh dunia.
Pertandingan yang luar bisa sehingga di buat filem.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s